Oleh: Tim Redaksi GAYANOW SPORTS

SOLO – 2 MARET 2026


Stadion Manahan kembali menjadi saksi bisu keangkeran tanah Solo bagi siapa pun yang berani menantang Laskar Sambernyawa. Dalam lanjutan pekan ke-23 Super League 2025-2026, Minggu (1/3/2026), Persis Solo memberikan pelajaran berharga tentang apa artinya sebuah harga diri. Melawan rival regional, Persik Kediri, skuad asuhan Marcos Reina ini membuktikan bahwa jumlah pemain di lapangan hanyalah angka, namun nyali adalah segalanya.

Meski harus bermain dengan 10 orang di menit-menit krusial dan menghadapi tekanan mental yang luar biasa, Persis Solo sukses menyudahi perlawanan “Macan Putih” dengan skor tipis 2-1. Sebuah kemenangan yang tidak hanya memberikan tiga poin, tapi juga mengukuhkan semboyan legendaris masyarakat Solo: “Nyowo Siji Ilang Siji” satu nyawa hilang, satu nyawa membela.


Babak Pertama: Adu Mekanik di Jantung Jawa

Sejak peluit kick-off ditiupkan, intensitas pertandingan sudah berada di level mendidih. Persis Solo yang tampil di hadapan ribuan pendukung fanatiknya langsung mengambil inisiatif serangan. Dimotori oleh visi bermain Dimitri Lima Souza di lini tengah, Sambernyawa mencoba membongkar pertahanan Persik yang dikawal ketat oleh Leonardo Navacchio.

Gol Pembuka (Menit ke-22): Kebuntuan pecah melalui skema serangan yang sangat rapi. Dimitri Souza melepaskan operan terukur yang membelah lini belakang lawan. Bruno Gomes, sang predator kotak penalti, berada di posisi yang tepat untuk menyambar bola dan mencatatkan namanya di papan skor. 1-0 untuk Persis Solo. Manahan bergetar hebat!

Namun, kegembiraan publik tuan rumah tak bertahan lama. Persik Kediri yang tidak ingin pulang dengan tangan hampa merespons dengan serangan sporadis dari sisi sayap.

Gol Penyeimbang (Menit ke-31): Ezra Walian melepaskan operan silang mematikan dari sisi kiri. Bola sempat disontek tipis oleh I Gusti Made Rendi, sebelum akhirnya jatuh di ruang tembak Jose Enrique. Dengan sekali kontrol, Enrique menghujamkan bola ke arah kanan gawang Vukasin Vranes. Skor menjadi imbang 1-1.

Jelang turun minum, Persis Solo hampir kembali unggul. Roman Paparyha mendapatkan peluang emas di menit ke-43, namun tembakannya masih melambung tipis di atas mistar. Tekanan berlanjut melalui skema sepak pojok yang nyaris memaksa Muhamad Firli mencetak gol bunuh diri, andai kiper Navacchio tidak sigap melakukan penyelamatan gemilang. Skor sama kuat menutup babak pertama.

BACA JUGA: Bali United vs Persijap: Dipaksa Berbagi Poin, Persijap Jepara Tunjukkan Pertahanan Laskar Kalinyamat yang Tak Tergoyahkan!


Babak Kedua: Drama Kartu Merah dan Kepahlawanan Muhammad Riyandi

Memasuki paruh kedua, Marcos Reina melakukan perubahan krusial dengan memasukkan kiper timnas, Muhammad Riyandi, menggantikan Vranes. Persis terus menekan, namun tembok Persik Kediri bermain sangat rapat.

Pertandingan memasuki fase kritis pada menit ke-80-an. Ketegangan memuncak saat wasit menunjuk titik putih untuk Persik Kediri di menit ke-85. Althaf Indie dianggap sengaja mengadang bola tandukan lawan dengan tangannya tepat di depan garis gawang. Hukuman berat dijatuhkan: Kartu merah untuk Althaf dan penalti untuk Persik.

Di titik inilah mentalitas Sambernyawa diuji. Dengan 10 pemain dan ancaman kebobolan di menit akhir, bayang-bayang kekalahan mulai menghantui Manahan. Ezra Walian maju sebagai algojo. Seluruh stadion menahan napas.

Momen Krusial: Ezra melepaskan tendangan keras, namun Muhammad Riyandi menunjukkan mengapa ia layak disebut kiper kelas dunia. Dengan refleks luar biasa, Riyandi terbang menghentikan bola secara sempurna! Gagallah peluang emas Macan Putih untuk mengunci kemenangan.


Klimaks Menit Akhir: Sihir Roman Paparyha

Kegagalan penalti Ezra Walian menjadi titik balik psikologis. Persis Solo, meski pincang dengan 10 pemain, justru menemukan energi tambahan dari gemuruh tribun. Hanya berselang beberapa detik setelah aksi heroik Riyandi, sebuah serangan balik cepat dilancarkan.

Lini belakang Persik Kediri yang tampak goyah setelah kegagalan penalti melakukan sapuan yang tidak sempurna. Bola liar jatuh tepat di hadapan Roman Paparyha. Tanpa ampun, Paparyha melepaskan sepakan keras yang merobek gawang Navacchio! 2-1 untuk Persis Solo!

Stadion Manahan meledak dalam euforia yang tak terkendali. Para pemain Persis berlari merayakan gol dengan emosi yang meluap-luap. Di sisa waktu yang sempit, Persik Kediri mencoba segala cara untuk membalas, namun pertahanan “nyawa satu” milik Persis tetap berdiri kokoh hingga peluit panjang berbunyi.

BACA JUGA: Madura United Luluh Lantak 5-0 di Si Jalak Harupat, Persib Bandung vs Madura United Pesta Pora Sang Juara di Malam Bersejarah!


Analisis Taktikal GAYANOW SPORTS: Mengapa Sambernyawa Menang?

  1. Pergantian Kiper yang Jenius: Memasukkan Riyandi di babak kedua adalah kunci. Ketenangannya dalam menghadapi penalti Ezra Walian adalah titik balik utama pertandingan ini.

  2. Mentalitas Underdog: Bermain dengan 10 pemain seringkali membuat tim menjadi lebih solid secara defensif dan lebih berbahaya dalam transisi. Persis justru terlihat lebih tajam saat mereka merasa terpojok.

  3. Kreativitas Dimitri Souza: Sepanjang laga, Dimitri adalah otak di balik setiap serangan. Visi operannya membuat bek Persik selalu dalam posisi tidak nyaman.


Statistik Akhir Pertandingan

Kategori Persis Solo Persik Kediri
Skor Akhir 2 1
Penguasaan Bola 48% 52%
Penyelamatan Kiper 5 3
Kartu Merah 1 0
Penalti Gagal 0 1

Susunan Pemain: Para Gladiator Manahan

Persis Solo (4-3-3):

Vranes (M. Riyandi 46′); Mijic, Kadek Raditya, Dumancic, Alfriyanto Nico (Irfan Jauhari 47′); Alba (Tumbas 58′), Zanadin Fariz (Sutanto Tan 78′); Althaf Indie (Red Card 85′), Dimitri Souza Lima, Roman Paparyha (MOTM); Bruno Gomes.

Persik Kediri (4-2-3-1):

Navacchio; Henhen Herdiana (Rodrigo Dias 89′), Firli, Hehanussa, I Gusti Made Rendi (Rifqi 56′); Garcia, Adrian Luna; Ernesto Gomez, Jon Toral, Ezra Walian; Jose Enrique.

BACA JUGA: Result Malut United vs Persija Jakarta: Bungkam Militansi Malut United 3-2, Macan Kemayoran Mengamuk di Menit Akhir!


Penutup: Solo Masih Angker!

Kemenangan ini adalah pesan tegas ke seluruh kontestan Super League: Jangan pernah meremehkan Persis Solo di Manahan, sekalipun mereka bermain dengan 10 orang. Persik Kediri pulang dengan penyesalan mendalam, sementara Persis Solo naik ke tangga klasemen dengan kepala tegak.

Mentalitas “Nyowo Siji Ilang Siji” bukan sekadar slogan, tapi adalah api yang membakar semangat para pemain kemarin malam. Macan Putih dibuat tak berdaya bukan karena kalah jumlah, tapi karena kalah nyali di hadapan para pejuang Sambernyawa.

One thought on “Persis Solo Sikat Habis Persik Kediri 2-1: Sambernyawa Tunjukkan Mentalitas Nyowo Siji Ilang Siji, Macan Putih Dibuat Tak Berdaya!”

Leave a Reply to Hasil Madura United vs Malut United: David Da Silva Bungkam Publik Pamekasan, Aksi Heroik Manahati Curi Perhatian! – GAYANOW SPORTS Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *