Oleh: Tim Redaksi GAYANOW SPORTS

COMO – 23 MARET 2026


Stadion Giuseppe Sinigaglia menjadi saksi bisu kebangkitan luar biasa kekuatan baru sepak bola Italia. Como 1907, di bawah tangan dingin Cesc Fabregas, tampil tanpa celah saat melumat habis Pisa dengan skor telak 5-0 pada laga lanjutan Serie A, Minggu (22/3/2026).

Kemenangan ini bukan sekadar pesta gol biasa. Hasil fantastis ini menandai lima kemenangan beruntun bagi Como di kasta tertinggi—sebuah rekor bersejarah yang membawa mereka terbang tinggi di papan atas. Kini, tim berjuluk I Lariani tersebut resmi mengangkangi raksasa Juventus dengan keunggulan tiga poin di peringkat keempat klasemen sementara. Mimpi menuju Liga Champions bukan lagi sekadar angan-angan, melainkan realitas yang kian nyata!


Babak Pertama: Panggung Show Assane Diao

Pisa sebenarnya bertandang ke Como dengan modal kepercayaan diri usai memutus tren negatif pekan lalu. Namun, kepercayaan diri itu hancur berkeping-keping hanya dalam waktu sepuluh menit akibat tekanan high-pressing yang diterapkan Fabregas.

BACA JUGA:

Blunder Berdarah (Menit ke-10): Pemain Pisa, Stefano Moreo, melakukan kesalahan fatal saat melepas umpan horizontal di area berbahaya. Bola liar langsung disambar oleh Assane Diao. Penyerang muda ini merayakan comeback-nya sebagai starter dengan aksi solo run mematikan sebelum menempatkan bola ke pojok bawah gawang. 1-0 untuk Como.

Visi Jenius (Menit ke-30): Diao kembali menjadi momok. Melalui skema serangan balik cepat dari sektor kanan, ia melakukan tusukan ke dalam dan mengirimkan umpan manja kepada Anastasios Douvikas. Dengan penyelesaian akhir yang klinis di tiang dekat, Douvikas menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Meski mendominasi, Como sempat dilanda kekhawatiran saat Jesus Rodriguez harus ditarik keluar lapangan lebih awal karena cedera. Namun, siapa sangka musibah ini justru menjadi berkah tersembunyi bagi tuan rumah di babak kedua.


Babak Kedua: Hujan Gol dan Nestapa VAR bagi Pisa

Memasuki paruh kedua, pergantian taktik Fabregas terbukti jenius. Martin Baturina yang masuk menggantikan Rodriguez langsung memberikan dampak instan yang menghancurkan mental tim tamu.

Magis Baturina (Menit ke-48): Baru tiga menit babak kedua berjalan, Martin Baturina menunjukkan kelasnya. Gelandang asal Kroasia ini menerima bola, memenangi duel fisik dengan Simone Canestrelli, lalu melepaskan tendangan roket dari tepi kotak penalti yang bersarang telak di gawang Pisa. 3-0!

Pisa sempat mencoba bangkit dan bahkan berhasil menyarangkan bola dua kali lewat Filip Stojilkovic dan Henrik Meister. Namun, harapan mereka pupus seketika setelah intervensi VAR menganulir kedua gol tersebut karena posisi offside. Kejadian ini benar-benar meruntuhkan moral pasukan Pisa.

Pesta Belum Usai (Menit ke-75): Bek veteran Alberto Moreno menunjukkan bahwa ia belum habis. Umpan tariknya yang presisi disambar dengan tendangan first-time oleh talenta muda Nico Paz. Ini merupakan gol kandang pertama Paz sejak Oktober, sekaligus menambah penderitaan Pisa menjadi 4-0.

Pukulan Penutup (Menit ke-88): Menjelang peluit panjang, Nicolas Kuhn mengirim umpan datar yang membelah pertahanan Pisa. Maximo Perrone yang berdiri bebas tanpa kawalan dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong. Skor 5-0 menutup laga dengan sangat sempurna.


Analisis Taktikal GAYANOW SPORTS: Fabregas-Ball yang Menakutkan

Tim analis GAYANOW SPORTS membedah beberapa faktor kunci kemenangan Como:

  1. Kedalaman Skuad yang Mumpuni: Cedera Rodriguez yang digantikan oleh Baturina justru membuat lini tengah Como lebih dinamis. Ini membuktikan bahwa Fabregas memiliki kedalaman skuad yang siap tempur kapan saja.

  2. Transisi Mematikan: Como tidak hanya unggul dalam penguasaan bola, tetapi sangat mematikan dalam transisi positif. Gol pertama dan kedua adalah bukti betapa cepatnya mereka menghukum kesalahan lawan.

  3. Efisiensi Lini Depan: Dari total peluang yang tercipta, akurasi tembakan pemain Como sangat tinggi. Douvikas dan Diao menunjukkan chemistry yang kian matang di lini serang.


Statistik Akhir Pertandingan

Kategori Statistik Como 1907 Pisa SC
Skor Akhir 5 0
Tembakan tepat sasaran 8 2
Penguasaan Bola 58% 42%
Penyelamatan Kiper 2 3
Pelanggaran 10 14

Situasi Klasemen: Juventus Tergusur!

Kemenangan telak ini membawa dampak besar di papan klasemen Serie A. Como kini mantap di posisi keempat dengan koleksi poin yang kini unggul tiga angka di atas Juventus. Prestasi ini menempatkan Como sebagai salah satu kandidat terkuat untuk mewakili Italia di kancah Eropa musim depan.

Di sisi lain, Pisa semakin terbenam di zona degradasi. Mereka terpaut sembilan poin dari zona aman dan belum sekalipun merasakan kemenangan tandang sejak promosi kembali ke Serie A. Jika tidak segera berbenah, perjalanan mereka di kasta tertinggi terancam berakhir prematur.


Susunan Pemain

COMO XI (4-2-3-1):

Butez; Alberto Moreno, Kempf, Carlos, Van De Brempt; Da Cunha, Maximo Perrone; Jesus Rodriguez (Martin Baturina 46′), Assane Diao (MOTM), Nico Paz; Anastasios Douvikas.

Pelatih: Cesc Fabregas.

PISA XI (3-4-2-1):

Nicolas; Canestrelli, Albiol, Caracciolo; Angori, Akinsanmiro, Hojholt, Loyola; Leris, Tramoni; Stefano Moreo.

Pelatih: Filippo Inzaghi.


Penutup: Mampukah Como Bertahan di Empat Besar?

Dengan performa yang konsisten dan gaya bermain yang atraktif, Como kini menjadi tim yang paling diperhatikan di Italia. Pertanyaan besarnya adalah: mampukah anak asuh Fabregas mempertahankan momentum lima kemenangan beruntun ini hingga akhir musim? Satu yang pasti, Sinigaglia kini telah menjadi neraka bagi tim tamu mana pun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *